Seiring dengan bergulirnya waktu, para remaja membutuhkan sarana untuk mengoptimalkan dirinya, mengasah kepemimpinaannya serta melejitkan kemampuan analisanya, namun tidak berhenti sampai di situ, sesosok remaja juga harus memiliki akhlak yang baik dan ibadah yang benar. Namun kesemuanya itu harus di berikan dengan cara yang lebih inovative agar remaja mudah memahaminya dan lebih aplikative dalam kehidupan kesehariannya.
Oleh karena itu, adalah tugas dan tanggung jawab bersama, untuk menciptakan suatu kondisi yang mendorong remaja Islam untuk tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya dengan memberikan kesempatan dan media kepada mereka untuk belajar, berpikir, bermain, serta beribadah untuk mengenal diri, lingkungan dan Tuhannya dengan sebaik-baik pengenalan. Saat ini di seluruh pelosok Indonesia telah berdiri TPA-TPA dan madrasah pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, yang hasilnya secara signifikan telah dapat kita rasakan bersama. Akan tetapi budaya wisuda TPA ternyata telah berdampak pada melemahnya motivasi mengaji setelah menyelesaikan program tersebut. Padahal masa-masa sekitar usia SLTP saat ini menjadi usia yang semakin rawan dari segala pengaruh negatif. Berangkat dari keprihatinan ini perlu kiranya kita memberikan alternatif lembaga yang tepat untuk pembinaan diri remaja.
Mosque Schooling (Sekolah Berbasis Masjid) adalah sebuah pembinaan pasca TPA yang merupakan program pembinaan nilai-nilai Islami secara intensif dengan sasaran remaja usia akhir sekolah dasar hingga akhir Sekolah Menengah Pertama. Tujuan program ini adalah memberikan dasar pemahaman dan pengamalan Islam, pembentukan akhlaq serta pematangan emosi bagi peserta didik
Program Mosque Schooling (Sekolah Berbasis Masjid) terdiri dari 3 bagian penting, pendidikan akhlak dengan cerita para sahabat Rasulullah SAW pilihan, peningkatan kualitas akademik dan pendidikan keterampilan hidup ( life skill ) yang didalamnya tercakup kajian kepemimpinan, early entrepreunership program dan outbound sebagai penunjangnya.
Untuk menunjang kegiatan tersebut maka perlu adanya pengelolaan manajemen yang baik sehingga SBM ini akan terus berkembang, pada tahap awal ini terhitung dari Bulan Juli 2025 sampai dengan saat ini sudah terbentuk 3 (tiga) SBM yaitu SBM al amin, SBM al kautsar, SBM Ibnu Suhaimi, SBM rq Adzkiyah, SBM an Nur SBM azzamku dan sebentar lagi akan dibuka dibeberapa kecamatan yang ada di kota Palembang. semua santri yang ikut SBM ini dari kalangan yang tidak mampu sehingga tidak dipunggut biaya atau gratis.

Beri Komentar